Bagi Pengguna XP,pada tahun 2014 Harus Migrasi

5:07:00 PM 0

Meskipun sebelumnya Microsoft sempat mengklaim akan memperpanjang nyawa WIndows XP hingga 2020, tapi kini Microsoft semakin gencar menghimbau penggunanya untuk beralih ke Windows7. Hal ini karena versi OS Windows XP akan benar-benar tamat pada April 2014.

Community Manager untuk Windows Stephen Rose mengatakan banyak penyedia software pihak ketiga yang enggan memperpanjang dukungan untuk aplikasi mereka di Windows XP. Artinya, risiko dan kompleksitas yang dihadapi pengguna XP semakin besar. Perusahaan yang masih menggunakan OS ini juga harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya manajemen.

Selain menghilangkan semua update keamanan untuk XP, Microsoft juga berupaya mengarahkan penggunanya meninggalkan XP melalui browser anyar Internet Explorer 9 yang tidak mendukung OS tersebut. IE9 bisa berjalan di versi Vista maupun Windows 7. Demikian seperti dilansir Yahoo News, Rabu (13/7/2011).

Tentu saja, kegigihan Microsoft mengajak penggunanya meninggalkan XP dikarenakan kehadiran versi Windows 7, yang kini disinyalir telah digunakan oleh 27 persen PC. Bahkan, Microsoft diperkirakan bakal meluncur OS teranyarnya, Windows 8, tahun depan. Menurut Rose, Windows 7 kini sudah diadopsi oleh beberapa perusahaan besar termasuk Boeing, Dell, Samsung dan BMW.

Kendati begitu, berdasarkan data Net Applications, pengguna XP masih sangat banyak. Saat ini XP masih digunakan oleh 51 persen seluruh PC di dunia. Beberapa analis juga memperkirakan bahwa XP mewakili sekira 60 persen komputer perusahaan.

Sementara, firma riset Gartner mensinyalir bahwa lebih dari 50 persen organisasi yang tidak mulai mengadopsi Windows 7 di awal 2012 nanti tidak akan menyelesaikan prose situ hingga dukungan untuk XP benar-benar berakhir. Mereka tampaknya cukup rela mengeluarkan biaya tambahan untuk mempertahankan Windows XP.

Analis untuk Information Technology Intelligence Corp Laura DiDio mengingatkan Microsoft untuk tidak memaksakan pengguna XP hijrah ke OS baru itu sebelum benar-benar siap. Menurutnya, "Divisi IT di berbagai perusahaan cukup risau dengan permasalahan yang dihadapi XP, namun selama OS itu masih berjalan, mereka toh cukup puas."

Sebagian pengguna lainnya, menurut DiDio, akan menunggu hingga 2014, atau bahkan hingga peluncuran Windows 8 tahun depan, sebelum akhirnya meng-upgrade sistem operasi komputer mereka.



Sumber : OkeZONE

Download 8 Skin Pack 2.0 untuk Windows 7 Anda

4:48:00 PM 0
Seperti yang kita ketahui, kemunculan windows 8 pasti di tunggu2 oleh banyak kalangan. Windows 8 masih dalam pengembangan dan banyak fitur menarik telah terungkap pada Windows 8 seperti layar Mulai yang baru, tema Aero Lite, Gambar Tile Pengguna di System Tray, fitur Aero Auto-pewarnaan, dll
Meskipun Antarmuka pengguna di Windows 8 tidak begitu lengkap dan akan banyak berubah dalam pengembangan, teman kita DA “hameddanger” telah menciptakan Paket Skin keren Windows 8 untuk pengguna Windows 7.
Paket ini akan merubah/menambahkan banyak hal di Windows 7:
  • Windows theme
  • User picture tile
  • Aero auto-colorization
  • Wallpaper
  • Login screen
  • Boot screen
Ini Adalah Gambarnya:
 
Bagaimana?...Tertarik dengan Tampilan Windows 8?....
Jika anda menginginkannya silahkan Download DISINI
Selamat Mencoba..

Cara Menghapus Virus RECYCLER (Terbukti! !)

1:44:00 PM 6


Posting Kali ini adalah Cara Jitu menghapus Virus Recycler (DIJAMIN),coba anda ikuti Langkah-Langkah Berikut :
  1. Matikan Autorun Windows. Bagi yang belum tau caranya lihat pos temen saya ini
  2. Matikan System Restore Windows. Caranya: klik kanan icon My Computer, pilih Properties | Tab System Restore | ceklist Turn Off System Restore on All Drives | OK
  3. Aktifkan Task Manager dengan menekan Ctrl+Alt+Del. Pada tab Processes, cari proses alg.exe, klik kanan pilih End process tree | Yes
  4. Pastikan kamu bisa melihat hidden file. Caranya di Explorer, klik menu Tool> Folder Option> View> Pilih “Show hidden files and folders” dan hilangkan ceklist pada “Hide protected operating system files (Recommended)”, pilih yes
  5. Klik kanan pada folder RECYCLER, pilih Properties. Pada tab Security, pastikan username-mu ada disana (username system dapat kamu lihat di Properties My Computer | General | Registered to: ). Klik username dan ceklist semua permissions dibawah Allow. | OK
    Jika kamu tidak dapat melihat tab Security dan kamu memakai XP Profesional, klik menu Tool>Folder Option>hilangkan ceklist pada “Use simple File sharing” | Apply.
  6. Lakukan hal serupa pada folder System Volume Information. Kalau username belum ada, klik Add | ketik
  7. Pada desktop, klik kanan icon Recycle Bin, pilih Properties | Ceklist “Do not move files to the recycle bin. Remove files immediately when deleted.” | Apply | OK.
  8. Hapus folder RECYCLER dan Sytem Volume Information
  9. Buka Registry editor dengan mengetikkan regedit pada Start | Run. Tekan Ctrl+F, ketikkan Recycler pada kotak pencari dan klik Find. Hapus entri yang berhasil ditemukan. Kalau tidak menemukan entri berarti sudah tidak ada.
  10. Tutup regedit dan restart kompie. Pastikan setelah restrart folder RECYCLER sudah tidak ada lagi.
Inilah Trick JITU Menghapus Virus Recycler,Semoga Berhasil..

15 Tips Merawat Laptop Agar Tidak Mudah Rusak

9:39:00 PM 0
Laptop lebih rentan rusak daripada PC. Oleh karena itu, kita harus memperlakukan atau merawatnya dengan benar agar dapat berumur lebih lama. Jangan sampai laptop yang baru beberapa bulan kita beli menjadi rusak hanya karena kita salah memperlakukannya maupun merawatnya. Perlu kiranya kita simak Tips-Tips berikut :

1.Jangan dekatkan dengan minuman maupun cairan dengan laptop, jika sampai tumpah ke laptop maka dapat menyebabkan komponen di dalamnya konsleting.

2.Jangan meletakkan laptop dengan sumber medan magnet, misalnya TV, Speacker Active, Radio Tape atau ponsel. Medan magnet akan mempengaruhi komponen laptop terutama harddisknya.

3. Jika membawa laptop agar dimasukkan ke tas khusus. Tas laptop dibuat sedemikian rupa sehingga casing laptop tidak mudah tergores dengan benda di sekitarnya atau bahkan dapat meredam guncangan-guncangan kecil. Kalau perlu secara berkala bersihkan casingnya dengan kain/lap yang dapat dibeli di toko-toko komputer.

4. Jangan pindah-pindahkan laptop pada saat masih hidup. Laptop yang sedang hidup berarti harddisknya juga sedang bekerja sehingga apabila digerakkan dapat menyebabkan head harddisk menggores cylinder sehingga akan berakibat fatal. Gunakan stavolt atau stabilizer.

5. Apabila menggunakan listrik langsung, pastikan menggunakan stavolt/stabilizer atau UPS untuk mengantisipasi naik turunnya tegangan listrik.

6. Jangan meminjamkan laptop ke sembarang orang. Hal ini semata-mata untuk mencegah kemungkinan perlakuan kasar apabila kita meminjami orang yang kebetulan sembrono.

7. Install anti virus dan updatelah secara berkala. Jangan sembarangan mendownload software gratis dari internet. Mungkin saja yang kita download malware/spyware yang menyamar sebagai freeware tertentu. Letakkan laptop pada posisi mendatar jangan miring. Selain kurang ergonomis juga menyebabkan posisi harddisk tidak pada posisi yang benar.. Shutdown dengan benar.

8. Jangan sekali-kali mematikan laptop dengan melepaskan power/baterainya. Power listrik yang mendadak mati dapat menyebabkan harddisk bermasalah.

9.Simpan di tempat dengan suhu yang tidak terlalu ekstrim. Jangan sekali-kali meninggalkan laptop di mobil yang sedang parkir di tempat yang panas atau mesin mobil masih hidup. Panas yang berlebihan dapat merusak komponen laptop. Jangan meletakkan laptop di permukaan yang empuk, sehingga laptop kelihatan tenggelam yang dapat menghambat panas untuk keluar sehingga laptop lebih cepat panas.

10. Jangan pernah membongkar laptop sendiri. terutama yang masih awam. Jika masih dalam masa garansi lebih bijaksana kalau Anda membawanya ke tempat servis resminya.

11.Melap layar LCD dengan kain lembut dan kering. Lap dengan pelan, jangan menekan terlalu keras dan satu arah saja, misalnya dari kiri ke kanan. LCD dibentuk oleh cairan kristal (untuk menampilkan gambar) sehingga permukaannya tipis dan rapuh. Oleh karena itu, kalaupun harus menunjuk monitor dengan jari atau pulpen (atau benda lainnya) jangan sampai menyentuhnya apalagi menekan dengan keras. Membersihkan keyboard dengan vacuum cleaner atau menyemprotkan udara di sela-sela tombol.

12.Jangan mengetuk atau mengguncangkan keyboard dengan keras. Hati-hati pada saat membuka dan menutup layar laptop. Antara LCD dengan CPU terdapat engsel yang berfungsi agar LCD dapat bergerak bebas sesuai kemiringan yang kita inginkan.

13. Pada saat membuka atau menutup LCD, jangan menghentak terlalu keras yang dapat menyebabkan engsel patah.

14. Perlakukan baterai dengan benar. Khusus untuk pemakaian baterai pertama kali sebaiknya Anda mengisi dan mengosongkan sepenuhnya sebanyak tiga kali berturut-turut, dan berlaku juga untuk baterai yang lama disimpan atau tidak dipakai berminggu-minggu.

15.Jika menggunakan baterai jenis Ni-MH, Anda harus mengosongkan setiap minggu/bulan sekali. Jika berencana menyimpan laptop dalam jangka waktu lama sebaiknya lepaskan baterai dari laptop.
Inilah 15 Tips Cara Merawat Laptop Dengan Benar dan tepat,dan dapat menjadi Informasi Anda!

Review Intel "SANDY BRIDGE"

9:26:00 PM 0











Jembatan ke Masa Depan
Performa melejit, konsumsi daya pun irit. Sandy Bridge adalah pembuktian paling mutakhir dominasi Intel di dunia prosesor.
Apalah arti sebuah nama, demikian Juliet pernah berucap kepada Romeo. Namun ada cerita khusus sebelum Intel memberikan nama “Sandy Bridge” kepada prosesor generasi terbaru mereka.
Sebelumnya, prosesor tersebut dinamakan Gesher, yang dalam bahasa Ibrani berarti jembatan. Namun nama “Gesher” menjadi bermasalah karena pernah digunakan partai politik yang gagal di Israel. Intel pun memutar otak dan akhirnya memutuskan nama Sandy Bridge. 
Nama tersebut tidak mengacu kepada sebuah tempat, namun tetap merefleksikan visi dan misi Intel melalui Sandy Bridge: jembatan ke era baru prosesor.

Apa itu Sandy Bridge
Wajar saja jika Intel ingin mengaitkan mikroarsitektur terbaru mereka dengan nama jembatan. Pasalnya, Sandy Bridge merupakan perubahan terbesar yang dilakukan Intel sejak era Pentium 4, yang layak disebut jembatan ke dunia baru.
Pembaruan paling penting adalah Sandy Bridge mewujudkan konsep fusion processor, alias prosesor yang menyatukan seluruh komponen ke dalam sekeping prosesor. Hal ini bisa dibilang puncak dari strategi “pindahkan semua komponen pendukung dari northbridge ke prosesor” yang dilakukan Intel sejak 2 tahun silam.
Pada generasi prosesor Bloomfield, mereka memasukkan memory controller. Pada Lynnfield, giliran PCI-E controller. Di era Clarkdale, gantian chip grafis onboard yang diintegrasikan ke dalam prosesor.
Namun beberapa komponen tersebut sesungguhnya masih terpisah di beberapa silikon—hanya “dirajut” saja ke dalam sebuah prosesor. Nah, hal itulah yang Intel rombak di Sandy Bridge. Seluruh komponen di dalam  prosesor Sandy Bridge berada dalam sekeping silikon, tidak ada yang terpisah-pisah lagi.
Anda mungkin bertanya, mengapa Intel susah payah mengumpulkan seluruh komponen ke dalam prosesor? Jawabannya karena sIstem kerja menjadi lebih cepat dan efisien berkat sistem saling terintegrasi seperti ini.
Analoginya mirip seperti kota mandiri ketika perumahan, kantor, rumah sakit, dan seluruh sarana hidup berada dalam satu area. Dengan hanya dengan “jalan” sebentar, seluruh data dan instruksi sudah sampai ke unit proses di dalam prosesor.
Di Sandy Bridge, perjalanan data bahkan semakin singkat karena seluruh unit berada dalam satu silikon. Apalagi Intel membuat interkoneksi alias jalan baru yang menghubungkan seluruh komponen, mulai dari chip prosesor, chip grafis, sampai cache.
Interkoneksi yang disebut Ring Bus ini ibarat jalan tol untuk perjalanan data ke seluruh unit tersebut karena  memiliki kecepatan sampai 384 GB/s dengan latency yang minim.
Keuntungan lain dari sistem adalah penurunan konsumsi daya serta ukuran inti, apalagi dengan fabrikasi 32 nm yang digunakan Sandy Bridge.
Jika dihitung, Sandy Bridge dengan empat inti memiliki 995 juta transistor, namun ukuran die-nya hanya 216 mm2. Bandingkan dengan pendahulunya, Lynnfield, yang “cuma” memiliki 296 juta transistor, namun memiliki ukuran die 296 mm2.
Komponen-komponen di dalam silikon Sandy Bridge sendiri kurang lebih sama seperti Nehalem.
Yang pertama tentu saja inti prosesor. Pada Sandy Bridge generasi pertama ini, jumlah inti berjumlah 2 dan 4, yang disusul dengan generasi berikut yang memiliki 6 dan 8 inti. Masing-masing inti memiliki L2 cache sebesar 256 KB. Kerja L2 cache dibantu dibantu cache level 3 (L3 cache) yang dipakai bersama dengan ukuran bervariasi antara 3-8 MB (tergantung segmentasi). Sementara PCI Express, DMI, dan memory controller dan display interface berkumpul dalam satu area yang disebut System Agent.
Namun pengintegrasian tersebut juga menyisakan efek negatif. Pada era Nehalem, clock generator (yang mengatur frekuensi kerja komponen) bersifat individual. Maksudnya, ada clock generator untuk setiap komponen, apakah itu prosesor, memori, USB, SATA, dan komponen lain di motherboard. Jadi kita bisa melakukan overclock dengan mengatur frekuensi base clock (BCLK) dari setiap komponen tersebut.
Di Sandy Bridge, clock generator hanya satu dan mengatur frekuensi di angka 100 MHz untuk seluruh komponen. Alhasil, menaikkan frekuensi prosesor akan menaikkan frekuensi memori, SATA, dan komponen lain. Hal ini membuat overclock melalui BCLK menjadi sangat sulit. Kenaikan angka 5-6 MHz saja sudah akan membuat komponen USB dan SATA mogok bekerja.

Saatnya Mikroarsitektur Tock
Mikroarsitektur adalah sistem terkecil dari sebuah prosesor. Kalau prosesor adalah mobil, mikroarsitektur itu mesinnya. Dari “mesin” alias mikroarsitektur yang sama, bisa hadir prosesor untuk prosesor desktop, notebook, sampai server.
Sandy Bridge sendiri adalah periode Tock dari strategi Tick-Tock Intel. Jika Anda belum tahu, Tick-Tock adalah pedoman Intel untuk mengembangkan mikroarsitekturnya secara terpola. Tick adalah ketika Intel mengecilkan fabrikasi. Tock adalah ketika Intel membuat mikroarsitektur baru.
Pada tiap perubahan, Intel bisa mengeluarkan 1 sampai 3 keluarga prosesor yang biasanya ditandai dengan code name tertentu. Agar Anda tidak bingung, berikut adalah ritme ticktock sejak era pertama kali diperkenalkan, 2 tahun lalu.
MIKROARSITEKTUR
CODE NAME PROSESOR
Tick
Tock
Desktop Hi-End
Desktop
Notebook
NetBurst (65 nm)

Presler
Cedar Mill
Yonah

Core (65 nm)
Kentsfield
Conroe
Merom
Penryn (45 nm)

Yorkfield
Wolfdale
Penryn

Nehalem (45 nm)
Bloomfield
Lynnfield
Clarkfield
Westmere (32 nm)

Gulftown
Clarkdale
Arrandale

Sandy Bridge (32 nm)
Belum ada
Sandy Bridge-DT
Sandy Bridge-NB
Apakah berarti overclock menjadi mati? Tidak sih, cuma lebih terbatas. Satu-satunya cara adalah menaikkan multiplier prosesor. Sekadar mengingatkan, kecepatan prosesor adalah hasil kali multiplier dengan BCLK.
Namun perlu dicatat, sebagian besar prosesor Sandy Bridge multiplier-nya dikunci. Yang dibuka hanya prosesor Sandy Bridge dengan akhiran “K”, yaitu Core i5 2500K (4 inti, 3,3 GHz, tanpa HyperThreading) dan Core i7 2600K (4 inti, 3,4 GHz, dengan HyperThreading).

Ketika Intel Belum Kapok
Intel sudah lama mempersiapkan Sandy Bridge, sehingga terlihat sangat siap saat awal Januari lalu merilis jajaran prosesor terbaru mereka. Total ada 29 prosesor yang mereka keluarkan, yang terbagi dalam segmen desktop (14 buah) dan notebook (15 buah).
Untuk Sandy Bridge versi desktop, Intel menyebut harganya berkisar antara US$100-300. Artinya, segmen yang ditempati prosesor baru ini adalah menengah ke bawah. Segmen teratas masih diduduki prosesor dengan soket LGA1366 (contohnya Core i7-975), dan mungkin baru digantikan tahun depan.
Penamaannya sendiri tetap mengikuti sistem Core i3/i5/ i7. Bedanya, prosesor Sandy Bridge menggunakan sistem 4 digit, sementara sebelumnya 3 digit. Angka pertama dimulai dari angka 2, karena Intel menganggap Sandy Bridge sebagai prosesor Nehalem generasi kedua. Selain itu, ada pula akhiran K, T, dan S.

Akhiran K menunjukkan fasilitas multiplier yang bebas (tidak dikunci). Sementara prosesor akhiran T dan S memiliki TDP yang lebih kecil, yaitu 65 Watt (seri T) dan 45 Watt (seri S).
Sekadar mengingatkan, prosesor Sandy Bridge “polos” dan K memiliki TDP 95 Watt. TDP yang kecil menunjukkan seri T dan S ditujukan untuk sistem terintegrasi seperti Home Theater PC, dan lebih banyak dijual untuk pembuat PC.
Jadi untuk segmen retail, pilihannya sekitar 8 prosesor desktop seperti bisa Anda lihat di tabel Pilihan Komplet.
Sebagai pegangan mudah, Sandy Bridge tipe Core i3 memiliki 2 inti, sementara untuk Core i5 dan i7 memiliki 4 inti. Namun perlu diingat kalau Core i5 seri Lynnfield juga ada yang 2 inti, sehingga pastikan Anda memilih prosesor Core i5 dengan 4 digit jika ingin menjajal Sandy Bridge.
Namun sejujurnya kami tidak bisa memberi panduan mudah menyangkut feature di dalam prosesor, seperti VT-x (Virtualization Technology), TXT (Trusted Execution Technology), maupun AES-IN (instruksi untuk membantu proses enkripsi/dekripsi file). Intel sepertinya belum “kapok” untuk memperumit sistem penamaan prosesor mereka.
Ambil contoh feature VT-x yang ada di Core i5-2400 namun tidak ada di Core i5-2300. Bayangkan: namanya mirip, namun feature di dalamnya berbeda. Jadi jika Anda membutuhkan salah satu feature tersebut, coba Anda cek di ark.intel.com untuk memastikan keberadaannya.

Turbo Boost 2.0
Sejak era prosesor Nehalem, Intel telah memperkenalkan feature Turbo Boost.
Sekadar mengingatkan, Turbo Boost adalah kemampuan prosesor untuk meningkatkan kecepatan di atas standar jika mendeteksi TDP dan panas prosesor secara keseluruhan masih di bawah ambang maksimal. Hal itu biasanya terjadi ketika prosesor menjalankan aplikasi yang single-threading (seperti game)—ketika hanya satu atau dua inti yang bekerja. Karena inti lain istirahat, yang berarti jatah dayanya tidak terpakai, prosesor secara otomatis akan meningkatkan kecepatan inti yang sedang bekerja.
Pada prosesor Sandy Bridge, Intel menerapkan Turbo Boost dengan pendekatan yang lebih agresif. Intel menyadari peningkatan panas di prosesor tidak terjadi seketika, melainkan bertahap sampai mencapai batas maksimal.
Nah, jeda waktu itu dimanfaatkan Turbo Boost 2.0 ini untuk memacu prosesor sekencang-kencangnya; bahkan di atas batas aman TDP. Barulah ketika panas prosesor mendekati batas maksimal, TDP diturunkan ke batas aman. Jeda tersebut berlangsung singkat, hanya sekitar 25 detik, namun efektif untuk menangani proses dengan beban kerja tinggi seperti proses loading Photoshop.
Turbo Boost 2.0 juga mengambil keuntungan dari skema satu silicon di Sandy Bridge. Kini, jatah daya dan panas yang tidak terpakai juga bisa dibagi untuk chip grafis. Jadi jika inti prosesor sedang beristirahat sementara chip grafis bekerja keras, chip grafis dapat mengambil jatah prosesor untuk meng-overclock dirinya.

Pilihan Sandy Bridge
Prosesor
Core Clock
Core/ Thread
L3 cache
Max Turbo
Multiplier Maks.
Harga (US$)
Core i7-2600K
3,4 GHz
4/8
8 MB
3,8 GHz
57x
317
Core i7-2600
3,4 GHz
4/8
8 MB
3,8 GHz
42x
294
Core i5-2500K
3,3 GHz
4/4
6 MB
3,7 GHz
57x
216
Core i5-2500
3,3 GHz
4/4
6 MB
3,7 GHz
41x
205
Core i5-2400
3,1 GHz
4/4
6 MB
3,4 GHz
38x
184
Core i5-2300
2,8 GHz
4/4
6 MB
3,1 GHz
34x
177
Core i5-2120
3,3 GHz
2/4
3 MB
N/A
N/A
138
Core i5-2100
2,93 GHz
2/4
3 MB
N/A
N/A
117

Grafis lebih Gahar
Chip grafis onboard Intel selama ini sering dianggap sebelah mata. Jika dibanding chip grafis AMD atau Nvidia, performanya terbilang jauh tercecer di belakang. Namun di Sandy Bridge, Intel seperti ingin menunjukkan kalau mereka juga bisa membuat chip grafis. Setidaknya, Sandy Bridge berambisi menjadi yang tercepat di kelas chip grafis onboard, bahkan memiliki performa yang setara dengan kartu grafis mandiri kelas low-end.
Secara arsitektur, sebenarnya tidak ada perubahan berarti karena chip grafis tersebut masih terdiri dari 12 execution processor. Namun karena sudah dibuat dengan fabrikasi 32 nm, kecepatan chip juga bisa mencapai 1,35 GHz. Yang perlu juga dicatat adalah chip ini mendukung Shader Model 4.1 dan DirectX 10.1. Memang belum mendukung DirectX 11, namun setidaknya lebih baik dari chip grafis era Lynnfield (yang disebut Intel HD).
Chip ini juga dilengkapi komponen khusus untuk melakukan decoding dan encoding format video populer seperti MPEG2, VC1, dan AVC. Sebenarnya Intel HD juga bisa, namun untuk melakukannya, Intel HD harus meminjam shader dari prosesor. Dengan kata lain, ia masih “ngerepotin” prosesor.
Nah, Sandy Bridge, telah menyediakan unit tersendiri untuk proses decoding itu sehingga bisa melakukannya sendiri. Enaknya lagi, karena unit shader prosesor menganggur, ia bisa digunakan untuk menangani pekerjaan video lain seperti pemberian efek.
Anda akan menemukan dua tipe chip grafis di Sandy Bridge, yaitu Intel HD Graphic 2000 dan 3000. Versi 2000—yang memiliki spesifikasi di bawah seri 3000—digunakan oleh semua prosesor Sandy Bridge kecuali seri K.
Sebenarnya pembagian ini agak membingungkan karena berarti Intel HD 3000 hanya digunakan oleh pengguna Intel Core Sandy Bridge versi K. Padahal seperti kami sebut di atas, pembeli seri K tersebut sepertinya overclocker yang mengejar fasilitas multiplier yang tidak dikunci. Mengingat overclocker adalah mereka biasanya rela membeli kartu grafis mandiri, maka seluruh kelebihan Intel HD 3000 jadi tidak termanfaatkan.
Sebaliknya, pembeli “biasa” yang kemungkinan besar menggunakan chip grafis onboard justru harus rela hanya menggunakan Intel HD Graphic 2000 yang lebih lambat. Sayang ya?
Platform Baru
Yang juga layak disayangkan, semua kelebihan di atas hadir dalam soket yang berbeda. Sandy Bridge menggunakan soket LGA1155, berbeda dengan soket LGA1156 yang digunakan prosesor Lynnfield. Meski beda cuma 1 pin, keduanya tidak kompatibel sehingga kita membutuhkan motherboard baru.
Ada dua chipset yang disediakan Intel untuk LGA1155 ini, yaitu Intel P67 dan H67. Spesifikasi keduanya nyaris sama. Bedanya, H67 mendukung sistem grafis onboard, sementara P67 untuk sistem dengan kartu grafis mandiri.
Saat ini sudah banyak motherboard pendukung prosesor Sandy Bridge di pasaran, seperti dari Asus, MSI, Gigabyte, Biostar, serta Asrock. Harga motherboard P67 sendiri sekitar Rp1,1 sampai 2,2 juta. Sementara harga H67 antara Rp1,3-1,7 juta. 
Namun untuk saat ini, mari kita simak dulu kemampuan prosesor Sandy Bridge yang telah mampir ke lab kami, Core i7-2600K.

Loncatan Kinerja
Untuk memberikan gambaran lengkap mengenai performa Core i7-2600K, kami membandingkannya dengan Core i7-870 dan AMD Phenom II X6 1100T. Core i7-870 adalah prosesor terbaik dari generasi Lynnfield dengan kecepatan 2,93 GHz. Sementara AMD Phenom II X6 1100T adalah prosesor terbaik AMD saat ini, dengan 6 inti dan kecepatan 3,3 GHz.
Hal pertama yang ingin kami ketahui adalah seberapa banyak perubahan mikroarsitektur di Sandy Bridge berefek pada peningkatan kinerja. Karena itu kami menguji wakil Sandy Bridge (Core i7-2600K) dan wakil Lynnfield (Core i7-870) pada kecepatan yang sama, 2,8 GHz. Dengan begitu, kita bisa melihat perbandingan performa keduanya secara clock-per-clock.
Hasilnya ternyata impresif. Jika menyimak tabel “Loncatan Kinerja”, Anda akan menemukan peningkatan yang terjadi bisa mencapai 24%. Peningkatan terjadi pada berbagai aplikasi, mulai dari aplikasi single-thread (dbPoweramp Music Converter), multi-thread (Sysmark 2007), sampai game (Stalker). Dari sini kita bisa melihat, perubahan mikroarsitektur di Sandy Bridge memberikan peningkatan kinerja yang cukup signifikan dibanding Lynnfield.
Tabel di bawah ini membandingkan kinerja Core i7-2600K sebagai wakil Sandy Bridge dengan Core i7-870 sebagai wakil Lynnfield. Dengan mengeset di kecepatan yang sama (2,8 GHz), kita bisa melihat persentase kenaikan performa yang cukup signifikan dari mikroarsitektur Sandy Bridge

Core i7-2600K@2,8GHz
Core i7-870@2,8 GHz
Persentase Kenaikan
Sysmark 2007  
194
179
8,4%
Cinebench R11.5  
5,54 points
4,87 points
13,76%
Expression Encoder 4
263 detik
302 detik
14,83%
dBpoweramp MC 13.5
80 detik
91 detik
13,75%
Whetstone iSSE3 (SS2010)
64,79 GFLOPS
52,17 GFLOPS
24,19%
PCMark Vantage
8319 PCMarks
7537 PCMarks
10,37%
Stalker
60,21 fps
57,33 fps
5,02%
Keunggulan clock-per-clock ini menjadi semakin signifikan ketika kedua prosesor tersebut kami uji pada kecepatan aslinya. Pasalnya, Core i7-2600K memiliki kecepatan 3,4 GHz, sedangkan Core i7-870 kecepatannya 2,93 GHz.
Jika melihat tabel Dominasi Sandy Bridge, kita bisa melihat betapa signifikannya keunggulan Core i7-2600K. Dominasi prosesor ini semakin kukuh jika kita bandingkan dengan AMD Phenom X6 1100T. Meski prosesor AMD memiliki 6 inti, Core i7-2600K tetap unggul dengan selisih yang besar.
Hebatnya, dengan segala dominasi tersebut, konsumsi daya Core i7-2600K tetap lebih irit. Pada kondisi idle maupun beban penuh, konsumsi daya prosesor ini masih di bawah kedua prosesor pembanding. Inilah salah satu efek kebijakan “satu silikon” yang digunakan Sandy Bridge.
Dominasi Sandy Bridge

Core i7-2600K
Core i7-870
AMD Phenom X6 1100T
Sysmark 2007
232
203
162
Cinebench R11.5
6,89 points
5,53 points
5,89 points
Expression Encoder 4
214 detik
263 detik
236 detik
dBpoweramp MC 13.5
60 detik
72 detik
87 detik
Whetstone iSSE3 (SS2010)
81,57 GFLOPS
59,62 GFLOPS
57,18 GFLOPS
PCMark Vantage
9149 PCMarks
7872 PCMarks
7037 PCMarks
3DMark Vantage
P11175
P10786
P10670
Stalker
60,34 fps
57,5 fps
57,75 fps
Konsumsi Daya Idle
113 Watt
125 Watt
139 Watt
Kerja Penuh (100%)
179 Watt
224 Watt
229 Watt

Di atas telah kita menyinggung usaha serius Intel memperbaiki performa chip grafis di dalam Sandy Bridge. Bagaimana hasilnya? Sangat menyakinkan. Kesimpulan tersebut tidak saja relevan saat membandingkannya dengan Intel HD, namun juga kartu grafis kelas low-entry, Nvidia GeForce 210.
Seperti terlihat di tabel Revolusi Grafis, Intel HD3000 berhasil mencatat hasil setara dengan GeForce 210 yang harganya sekitar Rp400 ribuan. Hanya pada pengujian World in Conflict, Intel HD3000 harus mengakui kekalahannya. Di pengujian lain, Intel HD3000 berhasil mencapai hasil sekelas bahkan lebih baik dibanding GeForce 210.
Melihat nilai fps, Intel HD3000 memang tidak bisa digunakan untuk memainkan game kelas atas yang kami gunakan dalam pengujian kali ini. Namun setidaknya, Intel HF3000 bisa menggantikan kartu grafis low-entry dari daftar belanja Anda. 
Revolusi Grafis
Game Uji (semua @1280x1024)
Intel HD3000 (@Core i7-2600K)
Intel HD (@Core i7-870)
Nvidia GF 210 (512MB, 128 bit)
3DMark Vantage (Performance)
P1739
P464
P1166
Stalker (High, DX10)
12,83 fps
6,25 fps
12,25 fps
World in Conflict (High)
8 fps
Tidak jalan
11 fps
Heaven Benchmark (DX10, Shader High, ANI4, AA off)
7,93 fps
4,3 fps
7,67 fps
Dirt2 Demo (High)
18,43 fps
Tidak jalan
18,73 fps

Menggapai Obsesi
Seperti kami sebut di awal, overclock di Sandy Bridge relatif sederhana. Kita hanya perlu menaikkan multiplier tanpa harus mengotak-atik baseclock. Namun kesederhanaan tersebut bisa jadi merupakan “kabar buruk” bagi produsen motherboard. Pasalnya, peran motherboard di proses overclock kini tidak lagi penting—yang krusial adalah kualitas prosesor yang kita beli.
Sebelum bicara kualitas, akan kami jelaskan sedikit soal mekanisme kerja prosesor Core i7-2600K yang kami uji. Prosesor ini memiliki kecepatan 3,4 GHz, jadi memiliki multiplier 34. Pada kondisi Turbo menyala dan seluruh inti mengalami beban penuh, multiplier prosesor ini masih bisa naik menjadi 35 (atau kecepatannya 3,5 GHz). Jika hanya satu inti yang aktif, multiplier-nya bisa melejit sampai 38. Di antara kedua kondisi tersebut, multiplier-nya bergerak antara 35 dan 38.
Prosesor yang kami uji sendiri adalah Intel Core i7-2600K dengan batch L034B260. Saat kami overclock, prosesor ini bisa mencapai angka multiplier 40 alias mencapai kecepatan 4 GHz. Namun fasilitas Turbo harus kami matikan, karena jika dinyalakan akan menyebabkan ketidakstabilan sistem. Namun angka 4GHz terbilang impresif, apalagi kami tidak mengotak-atik voltase prosesor.
Kami jadi teringat era Pentium 4 dulu, ketika Intel berobsesi menembus angka 4 GHz. Obsesi itu kemudian padam, seiring masalah panas yang menerpa prosesor Intel Pentium 4. Namun melalui Sandy Bridge, Intel berhasil menggapai obsesinya tersebut.

Kesimpulan
Melalui Sandy Bridge, Intel kembali membuktikan kekuatan prosesor mereka. Sederet pengujian yang kami lakukan menunjukkan Core i7-2600K memiliki performa mengagumkan, setidaknya untuk prosesor di kelas US$300. Ia mengalahkan Core i7-870 yang menjadi jawara sebelumnya, dan jauh meninggalkan AMD Phenom II X6 1100T yang sesungguhnya merupakan prosesor terbaik AMD saat ini.
Performa yang mengagumkan juga diperlihatkan chip grafis HD3000. Dengan kemampuan setara kartu grafis entry-level, sistem berbasis Core i7-2600K memiliki performa yang komplit. Yang semakin mengesankan  kami, seluruh keistimewaan tersebut disajikan dengan konsumsi daya yang rendah.
Jadi performa hebat, konsumsi daya irit. Sandy Bridge sungguh jembatan ke era yang berbeda. (Wisnu Nugroho)